Berburu Penginapan Menjelang Akhir Tahun

Wah gak terasa ya tahu-tahu sudah mau bulan Desember! Sebentar lagi sudah akhir tahun. Pantas aja, teman-teman di kantor sibuk ngomongin cuti dan rencana liburan mereka. Saya jadi mikir, akhir tahun ini enaknya kemana ya? Bisa gak ya, liburan tapi tetap bisa berhemat?

Bulan Desember tahun ini ada yang istimewa. Adik saya paling kecil mau nikah! Dan dalam rangka pernikahan adik itu lah, kami sekeluarga jadi kepingin liburan rame-rame. Ya mumpung kami sekeluarga bisa kumpul, kenapa gak sekalian aja jalan-jalan sekaligus ngerecokin honeymoon nya pengaten baru?? Hihi.

Ada yang kepingin ke Bandung. Ada yang kepengin ke Malang. Ada juga yang kepengin main di Puncak ajah. Kita semua sibuk bikin plan A, B, dan C. Tapi semua plan itu kemudian jadi buntu kalau udah ngomongin soal penginapan. Ya bayangin aja yang mau ikut liburan ada 17 orang. Kebayang gak sih seberapa banyak harus membobol dompet buat sewa kamar hotel, apalagi kepinginnya liburan untuk 2 sampai 3 hari. Alamak!

Dari kebuntuan dan ketakutan akan "kanker" alias kantong kering itu lah, belakangan ini saya jadi rajin browsing demi mendapatkan pencerahan. Siapa tahu nemu penginapan yang cukup menampung kami sekeluarga dengan harga yang terjangkau. Bukan hal yang mustahil kan?

Pas lagi browsing kemarin lusa, eh entah gimana saya nyasar ke halaman nya Travelio.com Begini nih tampilannya.


Yang bikin bahagia, di Travelio gak cuma nawarin hotel aja. Kita juga bisa menemukan apartemen, villa, atau bahkan rumah untuk disewa. Ting tong! lampu LED di kepala menyala. Kenapa kami gak sewa villa aja ya buat liburan sekeluarga akhir tahun nanti? Supaya bisa lebih terjangkau gitu loh. 

Coba deh hitung, untuk 15 orang dewasa dan 2 orang anak kalau harus menginap di hotel butuh berapa kamar? Satu kamarnya aja kalau akhir tahun begitu pasti mahal. Tapi, kalau kami sewa villa, dihitung-hitung justru jauh lebih hemat. Ah bahagianya dapat pencerahan. :) Dan saya pun mulai lihat-lihat kira-kira villa mana yang ingin kami sewa. 

Takut Ibu Negara Kampung Naga (a.k.a. Ibu saya) ngomel-ngomel karena saya memutuskan sendiri villa yang akan kami sewa, saya pun cuma bisa kasih tiga rekomendasi villa di bawah ini untuk dirapatkan Dewan Kehormatan Keluarga Cemara (a.k.a Ibu dan Tante-Tante saya).





Karena udah biasa hidup kami berprinsip ekonomi, saya pun gak lupa kasih tau Ibu dan Tante-Tante saya kalau ada voucher yang masih bisa dipakai sampai dengan 15 Desember 2016 ini buat dijadikan potongan. Lumayan loh, dengan voucher itu kami bisa dapat diskon hingga Rp 300.000. Jadi bisa nambahin duit bensin selama jalan-jalan kan? Hihi. 

Oiya, voucher ini tidak hanya bisa digunakan oleh saya, tapi juga teman-teman yang lain loh. Nih saya share ya kodenya di bawah ini. 

LIOMORETU6JSS8D8

Kode voucher di atas hanya bisa digunakan satu kali untuk setiap pelanggan ya dan jangan lupa juga, registrasi dan login lebih dulu sebelum kamu memesan penginapan. 

Sekarang tugas saya sebagai anak dan keponakan paling sulung Keluarga Cemara di Kampung Naga selesai sudah, tinggal nunggu Surat Keputusan (titah Ibu dan Tante-Tante tersayang maunya nginep di mana) hasil rapatnya aja. Semoga liburan kami nanti menyenangkan. Aamiin. :)

Ah.. jadi gak sabar akhir tahun. :P 


Madre : Si Biang Roti yang Bikin Pembaca Penasaran


Sebenarnya sudah lama saya selesai membaca si Madre ini, dan sudah punya niatan mau ngereview begitu selesai baca, tapi saya itu orangnya suka lupaan, dan kalo inget eh ya sibuk lah males lah, halah...

Judul : Madre
Pengarang : Dewi Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka

Ceritanya saat itu saya lagi kepingin baca buku di google books. Meskipun saya punya cukup banyak koleksi e-books yang belum terbaca, tapi buat saya kurang afdol kalau gak liat-liat e-books baru terlebih dulu. Sok lah yah tuh saya liat-liat e-books baru, sampe akhirnya nemu lah Novelet Madre ini. 
 
Saya tahu, Madre nih gak bisa dibilang baru, tapi karena reviewnya bagus saya jadi penasaran dan akhirnya membelinya. Saya pikir Madre ini ya kayak novel biasa atau buku kumpulan cerpen, ternyata novelet itu beda dengan novel loh. Novelet adalah salah satu cerita yang diambil dan dibukukan dari buku kumpulan cerpen yang sudah ada. Yap, jadi sebenarnya si Madre ini ada 2 versi. Novelet dan buku kumpulan cerpennya.

Dalam Novelet Madre dikisahkan seorang pemuda yang tiba-tiba mendapat kabar bahwa ayah yang tak dikenalnya meninggal dunia dan mewariskannya sesuatu. Di awal cerita, pembaca digiring untuk merasa penasaran akan warisan yang terus disebut-sebut layaknya peninggalan berharga. Cara penulis mengungkap perlahan mengenai warisan tersebut benar-benar membuat pembaca tersihir sehingga tanpa terasa sudah menghabiskan beberapa lembar tersendiri.

Warisan bak pusaka itu ternyata sebuah biang roti yang telah turun temurun dijaga benar-benar, seolah-olah ia hidup dan bisa mati. Sang pemuda merasa konyol dengan warisan yang ia dapatkan, namun karena nasihat kawan almarhum ayahnya yang setia menjada Madre si biang roti, ia pun mencoba "mengenal madre" dengan lebih baik, yaitu dengan membuat adonan roti dari biang roti madre dan belajar menjaga si madre agar tak mati.

Dewi Lestari menyuguhkan tema tulisan yang luar biasa cerdasnya. Jarang ada tulisan yang mengambil tema mengenai hal serupa. Saya rasa untuk membuat cerita dengan tema seperti ini sungguh sangat butuh riset dan pengetahuan yang luas. Dan karena kemampuan menulisnya yang baik, pembaca dibuat sangat menikmati Novelet Madre dengan santai dan menyenangkan. Dewi Lestari mampu menjelaskan detail mengenai biang roti dan serba-serbi pembuatan roti dengan cara yang mudah dipahami hingga tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan membaca novelet ini. Hanya dalam sepuluh hingga lima belas menit, Novelet Madre pun tuntas saya baca.


A Girl Like Her - Movie Review


Sudah lama saya nggak ngreview film. Jadi pengen kasih ulasan mengenai film yang beberapa minggu lalu saya tonton di Netflix ini. Well, sebelumnya saya minta maaf kalau gak bisa mereview seluruh film atau serial yang saya tonton. Karena keterbatasan kemampuan otak yang masih butuh diasah, saya baru bisa mereview film atau serial yang sekiranya sangat berkesan dan terus mengiang-ngiangi saja

A Girl Like Her tayang pertama kali tahun 2015 garapan sutradara Amy S. Weber. Film ini mengisahkan seorang anak perempuan bernama Jessica (Lexi Ainsworth) yang memutuskan menelan banyak pil untuk mengakhiri hidupnya. Selama  Jessica dalam keadaan koma di rumah sakit, keluarga dan sahabatnya berusaha mencari tahu alasan Jessica ingin bunuh diri.