Selasa, 11 Juli 2017

# Product

The Body Shop Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask Review

Baru sekitar seminggu yang lalu saya memutuskan membeli beberapa produk The Body Shop sekaligus dalam satu waktu. Sebenarnya cukup bikin gundah gulana. Ya gimana enggak, nabungnya perjuangan banget tapi ngabisinnya cuma dalam sekejap bayar aja. 😄 Meskipun cukup bikin kantong kempes, saya gak nyesel loh. Nah, supaya lebih bisa mengulas dengan lebih detail, saya buat ulasannya satu per satu aja ya. Produk lainnya menyusul. Produk pertama yang mau saya ulas lebih dulu adalah Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask. Seperti ini nih penampakannya.




Karena belakangan ini saya lagi ikutin tren masker yang dikelupas, jadi sempet ragu deh beli Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask ini. Apalagi saya bukan tipikal yang telaten. Kalau pakai masker, maunya diem bobo di kasur terus tinggal kelupas, gak perlu bilas atau dibersihin gitu.

Meskipun Himalayan Charcoal Purifying Glow Mask ini butuh usaha ekstra dari kebiasaan saya, sebenarnya gak jauh beda kok sama masker lainnya yang butuh dibersihkan dengan air hangat setelah pemakaian 10-20 menit. Tapi nih ya...manfaat yang terasa jauh beda loh. Menurut saya sih begitu.

Pertama saya pakai masker ini, muka terasa agak panas. Rasa panas ini bikin saya sempat khawatir. Tapi setelah pakai masker ini sekitar 1 menit saya sadar kalau rasa panas ini gak seperti panas yang bisa bikin kulit melepuh atau sakit. Dan yang pasti gak perih. Jadi nampaknya memang masker ini punya sensasi panas dingin. Meskipun begitu, gak nyangka loh, sensasi yang ada panas-panasnya ini  cukup bikin rileks. 

Wanginya mirip rempah atau jamu-jamuan dalam kadar yang pas kok, dan gak bikin pusing atau mual. Wanginya justru semakin mendukung pikiran untuk lebih rileks. Pakai masker ini sembari tiduran diiringi lagu syahdu favorit bakal bikin tambah nyaman.


Masker ini begitu oles di wajah, cepat sekali kering. Jadi kalau saya boleh saran sih, saat pakai masker ini botol jangan terlalu lama terbuka ya, khawatir aja kalau yang dibotol juga ikutan gampang kering. Dan karena masker ini ada rasa panas dingin gitu, saya sarankan juga pemakaiannya gak perlu terlalu tebal ya. Tipis aja. Apalagi yang baru pertama coba. Supaya bisa menyesuaikan dulu.  

Selang 15 menit lebih dikit, saya siapin air hangat dari dispenser. Nah kalau yang ini gak perlu ditiru ya, kecuali kalau kamu sama malesnya kayak saya ini. Males rebus air. 😅 Memanfaatkan air hangat dari dispenser sebenarnya memudahkan tapi kalau buat ngebasuh masker, bisa dibilang boros air minum juga jeung.. Saya sendiri butuh 1 gayung air hangat dari dispenser loh buat bersihin masker (karena kesalahan ketebelan makainya😁) Lumayan kan bisa buat bikin kopi..😄

Setelah masker dibersihkan dengan air hangat dan wajah saya tepuk-tepuk pelan dengan handuk, taraaa... Wajah langsung kelihatan lebih bersih, cerah, pori-pori agak mengecil, dan yang bikin paling suka adalah kulit wajah jadi kenyal dan lembab tanpa terasa berminyak. Ahhh.. I love it bangeuud.💗

Untuk kulit wajah saya yang bisa dibilang kombinasi, alias campuran berminyak dan kering, masker ini solutif banget. Di area T yang sering terlihat kusam dan penuh minyak, masker ini bikin minyak seolah berkurang. Sementara, di area wajah lainnya yang cenderung mudah kering dan kasar, masker ini bikin lembab dalam kadar yang pas. 

Dari pengalaman pertama ini lah, saya yang ragu pun akhirnya memutuskan untuk terus pakai produk ini. Oya, supaya gak kesalahan. Meskipun masker ini oke di wajah, pakainya gak boleh keseringan ya. Cukup 2-3 kali seminggu.😊 





Ada yang sudah pernah cobain masker ini juga? Gimana menurut kalian?






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Push Notification