Kece Badainya--Sabtu Bersama Bapak

19.23 Amalia Fw 0 Comments

Beberapa hari yang lalu saya menyelesaikan membaca "Sabtu bersama Bapak" hanya dalam dua hari. Itu pun kalau pekerjaan sedang tidak padat, mungkin bisa terselesaikan dalam satu hari.

Buku karangan  Adhitiya Mulya ini punya banyak pesan baik bagaimana berpersepsi dan memperlakukan pasangan. Pesan-pesan positif untuk menjadi seorang suami/ayah, istri/ibu, dan juga anak terhadap orangtua.

Saking banyaknya pesan-pesan baik di dalamnya, saya sampai ingat beberapa kalimatnya seperti di bawah ini.



"Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenangan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf."

"Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orangtua untuk semua anak."

"Laki-laki atau perempuan yang baik itu, gak akan bikin pasangannya cemburu. Laki-laki atau perempuan yang baik itu , bikin orang lain cemburu sama pasangannya."

"Istri yang baik mau diajak sengsara. Tapi suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya sengsara"

"I can ask for better you. But, you, however, deserve a better me." untuk quote yang terakhir ini diucapkan oleh Satya-salah seorang tokoh utama dalam novel tersebut-kepada istrinya. Karena orang tuanya pernah berkata bahwa:

"Ketika seorang lelaki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.
Saya pilih kamu.

Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu. Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir batin. Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang pada saya."




Beberapa quote-quote di atas yang saya ingat dan membekas, namun masih banyak lagi hal-hal baik dan positif yang disampaikan dalam buku tersebut. Mengajarkan hal sederhana mengenai keluarga dan bagaimana memandang seseorang, yang sering kali, justru tanpa sadar menjadi masalah.

Buku ini recomended sekali. Tema cerita keluarga yang diangkat sangat ringan, kalimatnya pun tersusun menarik, sampai-sampai saya merasa seperti air, mengalir membaca buku ini, tau-tau sudah selesai saja.

0 komentar: