Rabu, 06 September 2017

# Curhat # Idea

Main ke Omah Sinau Tegal

Sudah lama saya kagum pada mereka yang begitu kuat tekad untuk mencurahkan apa yang mereka bisa dan mampu, dalam rangka memberi manfaat bagi orang lain. Beberapa diantara orang-orang tersebut adalah para pemerhati pendidikan yang membuktikan perhatiannya kepada masyarakat sekitar dengan hal nyata melalui gerakan membaca.

Dari instagram, saya jadi tahu Taman Baca Tiga Surau, kemudian saya ikuti akunnya. Siapa tahu suatu ketika saya pun dapat memberi apapun yang saya bisa, untuk orang lain. Kemudian dari situ lah, saya jadi tahu Rumah Baca Semesta Kata dan yang terakhir ini, Omah Sinau Tegal.

Ketiganya merupakan taman baca yang ditujukan untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Para pengelolanya ramah meskipun kami tidak pernah bertemu. Mengikuti tiap kegiatan ketiga taman baca itu melalui instagram membuat saya sering bertanya-tanya sendiri, "sudahkah saya bermanfaat bagi orang lain?"

Saya pun merasa bahagia ketika saya mampu membantu meski hanya seadanya. Dan rasa bahagia karena berbagi itu membuat saya kecanduan. Ingin rasanya saya jadi bagian dari lingkungan seperti itu. Lingkungan dimana ketulusan begitu kental. Lingkungan dimana kebermanfaatan menjadi prioritas. Dan lingkungan dimana kita bisa berkembang meski kita terus berbagi.

Dan berangkat dari sana lah, saya terpikir untuk mengajak teman-teman Blogger Tegal main ke salah satu taman baca di Tegal. Dengan pertimbangan taman baca ini baru dirintis dan masih memerlukan dukungan, saya memilih Omah Sinau Tegal untuk kami kunjungi. 

Ide ini kemudian segera saya sosialisasikan ke WA grup Komunitas Blogger Tegal, awal Agustus 2017. Sosialisasi yang lebih dini itu, saya harap bisa memberi waktu kepada mereka untuk lebih siap. Sayangnya tidak berjalan seperti yang saya harapkan.

Sebenarnya kemungkinan terburuk itu, sudah saya perkirakan di awal. Sehingga tekad saya yang memang sudah saya bulatkan, tidak terpengaruh. Bersama suami dan seorang teman Blogger Tegal yang saya kagumi juga komitmennya, berangkat lah kami ke Omah Sinau Tegal.


*tampak luar Omah Sinau Tegal


Alhamdulillahnya, selain dari teman blogger, teman-teman kantor saya pun ada yang tergerak hatinya untuk ikut menyumbang buku. Sehingga kami, yang hanya bertiga ini bisa membawa cukup banyak buku untuk teman-teman Omah Sinau.

Saat kami datang, ada beberapa anak di sana yang tengah bersenda gurau. Ketika kami menggelar buku di lantai, beberapa diantara mereka pun memperhatikan. Senang dan bahagia rasanya melihat keriangan mereka hanya karena melihat buku yang baru digelar dan membacanya dengan terbata-bata.



Momen seperti itu kemudian membuat saya merasa dibangkitkan, merasa dibersihkan, dan merasa malu. Merasa dibangkitkan karena seolah saya mendapat hiburan yang sebenarnya sederhana tapi efeknya lebih dari sekedar berlibur. Membuat stres saya hilang dan semangat saya pulih. Merasa dibersihkan karena menyadari keriangan mereka adalah hal yang dekat untuk dijangkau namun seringnya justru saya memilih hal yang 'lebih jauh' untuk sekedar merasa 'lebih baik'. Dan merasa malu karena menyadari bahwa menjadi bahagia adalah hal sederhana dan mudah jika saja kita mau berbagi dan menghilangkan kesombongan. *duh nulisnya jadi mau nangis 😢

Pulang main dari Omah Sinau Tegal pun membuat saya semakin teguh untuk bisa ikut dalam barisan mereka. Barisan orang-orang yang berkomitmen untuk memprioritaskan kebermanfaatan dirinya bagi orang lain. 😊

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Menurut saya juga nyaman mbak. .. :) Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

      Hapus